Bila dibandingkan dengan Investasi Dalam instrumen Saham, Obligasi, atau deposito, Investasi emas batangan memang
Investasi tak terukur. Bayangkan saja dalam investasi saham ada
hitungan Deviden, Obligasi ada hitungan tingkat bunga tetapi dalam
investasi emas batangan / logam mulia hal itu tidak ada. Namun kelebihan emas batangan adalah Investasi yang sangat mudah, tidak njlimet dan telah terbukti kokoh sejak jaman dahulu kala.
Emas batangan memiliki korelasi terbalik dengan
Investasi dalam surat berharga seperti Saham, Obligasi atau mata uang
suatu negara. Ini disebabkan karena emas merupakan benda yang dianggap
sebagai hedging atau penangkal Inflasi. Korelasinya begini Jika harga
saham anjlok maka para investor mencari alternatif investasi ke emas
hal ini menyebabkan permintaan akan emas naik sehingga harga pun
merangkak. Jika bunga deposito turun para deposan pasti akan mencari
investasi alternatif kalau tidak membeli saham ya ke emas batangan / logam mulia namun jika pada saat itu saham juga jeblok maka investor akan memburu emas.
Kenapa harga Emas Selalu Naik?
Kalau kita perhatikan,
dalam jangka panjang harga emas selalu naik mengapa? Karena harga emas
di dunia ini stok nya terbatas sedangkan permintaan akan emas
berangsur-angsur naik misalnya untuk perhiasan, investasi atau Industri
ini masuk akal karena jumlah populasi manusia setiap detik bertambah.
Yang kedua, untuk mendapatkan emas dari perut bumi memerlukan biaya yang
tidak sedikit. kedua faktor inilah yang sangat pokok sebagai pemicu
naiknya harga emas / logam mulia ini.
Disamping kedua hal
tersebut, kondisi perekonomian juga dapat mempengaruhi naiknya harga
emas. Jika mata uang mengalami penurunan nilai katakanlah dollar maka
para investor akan mencari alternatif untuk menyelamatkan uangnya dengan
cara membeli emas karena emas dianggap tidak terkena inflasi, ini wajar
karena mata uang di cetak kapan saja, jika uang dicetak sehingga uang
beredar akan bertambah hal ini akan menyebabkan harga-harga naik dan
emas pun akan terdongkrak naik karena emas juga termasuk komoditas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar